Selasa, 07 Juni 2011

Setia dalam perjalanan Salib

Tulisan ini di inspirasi dari Injil MARKUS 15 : 33-40 , di mana Yesus wafat di kayu salib.Perjalanan salib Yesus sendiri di mulai rumah Pontius Pilatus lalu ke pemakaman, & wafat di kayu salib.Perjalanan salib Yesus ini pun tak ubahnya perjalanan kita kehidupan kita yang berliku,terkadang berat,dan tak seindah yang kita bayangkan.Berbagai macam persoalan hidup menimpa hidup kita silih berganti ; sakit penyakit yang terkadang tak kunjung sembuh,kehilangan orang yang kita cintai menghadap Tuhan, spt ketika aku hrs kehilangan papa menghadap Tuhan selamanya..wow berat rasanya krn aku blm siap u/ hal itu,kehilangan pekerjaan, sulit mendapat pekerjaan,kehilangan tujuan hidup, atau pergumulan kita yang lain yang belum terjawab oleh Tuhan. Seperti itukah perjalan salib kita?
Saya terkesan oleh khotbah seorang Romo  dalam suatu acara Kebangkitan Rohani Katolik (KKR) yang mengatakan bahwa 'Dengan penderitaan,kita mengalami perjumpaaan dengan Tuhan.Jangan ingin berjumpa dengan Tuhan kalau kita tidak mau mengalami penderitaan '.Owhh...berarti haruskah kita menderita kalau kita ingin berjumpa dengan Tuhan?Ternyata dengan melihat kayu salib yang dipasang di rumah disitu kita melihat bukan hanya sekedar kayu salib yang sudah tergantung tapi di balik itu terlihat kesetiaan & ketaatan Yesus pada Bapa sampai IA mati.Yesus yang disalib mengalami kejadian ini yang tentu amat sangat tidak menyenangkan : pengadilan yang tidak adil, disesah, dicambuk,dipermalukan dimuka umum,dicampakkan,dikianati oleh orang-orang yang tercinta NYA sampai pada akhirnya terpaku di palang penghinaan yang bernama kayu salib.
Sebagai Tuhan,tentu mudah bagi Yesus untuk menolak menjalani apa yang harus DIA jalani.Tapi Yesus memilih untuk taat & setia pada Bapa dan sebagi perwujudan betapa besar kasih NYA bagi kita manusia.
Jadi jangan pernah membayangkan bahwa perjalanan salib kita di dunia adalah perjalanan yang indah,semua nya enak tanpa ada permasalahan apa-apa.Ternyata tidak.Semenjak kita mengambil keputusan mau menjadi murid Yesus & mau ikut Yesus , kita pun harus setia pada perjalanan salib kita.berarti kita merasakan apa yang dialami Yesus sepanjang jalan salibnya.Menjadi murid Kristus juga berarti kita berani menghadapi cobaan & penderitaan,apapun itu sebagai konsekuensi iman kita kepada Yesus.
Saya tertarik pada kisah hidup Ayub .Ayub adalah seorang kaya dan saleh.Ia jujur dan takut akan Allah,dan menjauhi segala kejahatan di dalam hidupnya.Ia juga selalu mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan.Tapi apa yang didapatnya?Dalam sekejab, semua yang ada padanya diambil : anak-anak,harta bendanya &ia tertimpa penyakit kulit diseluruh tubuhnya.Sebagai seorang yang taat kepada Tuhan ia sadar bahwa apa yang ia dapat semuanya berasal dari Tuhan , termasuk tubuhnya sendiri "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali kedalamnya.Tuhan yang memberi,Tuhan yang mengambil,Terpujilah nama Tuhan"-->AYUB 1:21.
kisah hidup Ayub ini amat menginspirasi saya bahwa apa pun itu yang ada pada kita adalah milik Tuhan,kesetiaan dan ketaatan pada Tuhan itulah yang Tuhan inginkan bagi kita.Seperti Yesus yang mau taat dan setia pada perjalanan salib Nya.AMIN.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar